Ihklas

“Mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raajiun (sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya). Kemudian Allah Ta’ala berfirman : Bangunlah sebuah rumah di surga untuk para hamba-Ku itu dan namailah bait Al-Hamd.”(HR. Turmudzi)

Lagi keluarga dari temanku sosok yang paling dekat dengannya malaikat pertama yang dia kenal yang mengajarkan kata pertama,sakitnya jatuh ketika baru belajar berjalan,menenangkannya ketika menangis saat tak ada teman. “IBU” mungkin kata itu yang saat ini temanku rasakan saat Ibu nya lebih dahuluan kembali ke Pangkuan Sang Pencipta. Belum ada kata perpisahan, hanya percakapan singkat ditelepon. “Cepat sembuh ngih mbok, anakmu ini belum bisa membahagiakan sampean”

Mungkin seperti itulah gambaran singkat anak perantauan yang pulang kadang setaun sekali bahkan harus menunggu untuk memecah celengan yang telah dikumpulkan selama beberapa tahun belakangan ini, hanya agar bisa menemui keluarga yang sangat dicintainya, tidak jarang juga harus menerima kenyataan pahit sebelum bisa pulang menjenguk orang tuanya itu, sudah terlebih dahulu mendapatkan kabar yang tidak pernah ingin didengarkan oleh siapapun itu, bahkan untuk anak perantauan sekalipun.

Aku pun merasakan demikian karena aku sendiri tau kita jauh dari keluarga memang dari tuntutan ekonomi yang gak lebih dari kata pas-pas an, sementara biaya hidup yang melambung naik memaksa kita harus bisa mencari pekerjaan setidaknya lebih baik dengan merantau. Yah, cuma bisa berusaha dan berdoa. semoga saja orang-orang yang dibekali semangat untuk merubah keadaan ekonomi keluarga selalu dalam lindungan yang terbaik dari Allah SWT.

Dan untuk temanku harus ihklas dan tabah menghadapinya,semoga almarhummah diterima amal dan perbuatannya disisi Allah SWT…mari kita doakan kawan.

Iklan

Syukur hari ini

Ketika diri merasa selalu kurang dan kurang,melihat ke belakang pun semua terasa sia-sia,sampai berlarut larut kedalam perasaan diri yang berangapan tujuan kita apa kemana arah kita,akankah seperti ini terus,sementara waktu terus berputar,segala macam keluh kesah pun hanya jadi penyesalan…so actually cuma bisa disyukuri atas perolehan hari ini dan terus memperbaiki di hari esok.
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)

Story hari ini

Hai,mungkin ngrasa gak penting sih ya ini sekedar sharing tentang pengalaman kerja ku ditambang yang sehari hari cuma bisa lihat hutan yang udah dikosongin lahannya dengan cara land clearing.btw aku gk pernah suka kerja begini ya sekedar cari pengalaman yang katanya kerja tambang itu baru laki laki😁,tp jujur aku paling gk bisa yang namanya liat hutan yang semula hijau segar nan asri jadi lahan yg gundul bersih yang bikin panas kalo siang hari…beberapa orang pasti bilang kerja di tambang tuh enak gaji besar,padahal kenyataannya kerja nya udah kaya robot yang tiap hari berangkat jam 5 pagi pulang 8 malam….gitu terus sampe lahan gandum dihujani koko crunch😂 dan ditambah kita gk akan ngerasain yg namanya perkotaan maupun pasar.wong kepasar aja cuma sebulan sekali bahkan jarang terus kalo cari sinyal tuh harus naik ke bukit yang tinggi agar sinyal bebas gak ada halangan,buat yg main mobile legend siap siap gigit jari gk bisa update skin 😁.ya gimana lagi kehidupan kadang gk pernah kita ketahui ya tau tau jalani aja,kita yang pilih kita juga yg harus ngehargain

Cukup segitu dulu ini masih berkutat cari sinyal maap juga gk bisa uplod poto buat bukti.tp pemandangannya indah lo dikalimantan serasa kerja diatas awan

Gerhana super blue blood moon

Rabu 31 januari 2018.adalah fenomena langka dimana ada peristiwa gerhana bulan merah darah yang terjadi 152 tahun lalu dan sekarang kita diberi kesempatan dengan bisa melihat maupun mengabadikan moment tersebut.

Melansir laman Liputan6, gerhana bulan total besok (31/1/2018) akan berlangsung selama empat jam yang diawali dengan fase gerhana sebagian, lalu gerhana total, kembali ke gerhana parsial, dan terakhir bulan terlepas dari bayangan bumi.
Gerhana bulan ini bisa diamati di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Nah buat kamu yang ingin ikut mengamati proses terjadinya gerhana bulan total besok, kamu bisa lihat tahapannya di perkiraan jam berikut. Dicatat ya!

[Bintang] Gerhana Bulan Bisa Dilihat pada 31 Januari 2018, Jangan Lupa Ya
Awal gerhana parsial terjadi pada 18.48 WIB
Awal gerhana total terjadi pada 19.52 WIB
Puncak gerhana terjadi pada 20.30 WIB
Akhir totalitas terjadi pada 21.08 WIB
Akhir gerhana terjadi pada parsial 22.11 WIB.
Selamat menyaksikan gerhana bulan total!

Berikut poto”nya :

Selain indah untuk dinikmati fenomena langka gerhana bulan ini juga memiliki dampak diantara nya sebagai berikut :

Fenomena “Super Blue Blood Moon” akan terjadi dan bisa dinikmati oleh kasat mata pada malam ini. Peristiwa ini membuat bulan akan tampak lebih dekat dengan bumi, ukurannya pun lebih besar. Tak sampai di situ, bulan juga akan mengalami gerhana pada fase selanjutnya yang dikatakan Blood Moon.
Kondisi ini tentu membuat fenomena ini dinanti oleh masyarakat. Apalagi, kejadian serupa terakhir terjadi 36 tahun lalu. Meski akan terlihat lebih indah, namun fenomena ini juga membawa dampak yang perlu diwaspadai.
1. Waspada hujan ringan dan lebat disertai petir di beberapa wilayah

Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca hari ini. Mereka meminta masyarakat untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin. Kencang sesaat pada siang, sore atau pun malam hari.
Beberapa daerah yang akan teradmpak kondisi ini antara lain, Surabaya, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Pasuruan, Ponorogo, Bondowoso, Situbondo, Trenggalek, Tulungagung, Jombang, Blitar, Lumajang, Pacitan, Banyuwangi, Tuban, Bojonegoro, Nganjuk, Lamongan, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo dan Malang.
BMKG Juanda juga mengimbau untuk mewaspadai ketinggian gelombang yang mencapai 3,5- 4 meter. Ombak tersebut diprediksi berada di Laut Jawa bagian Timur, Perairan Kep. Masalembu, Perairan Pulau Bawean, Perairan Utara Jatim, dan Perairan Kep. Kangean, Perairan Selatan Jatim, dan Samudera Hindia Selatan Jatim.

2. Banjir rob 20 cm

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Fenomena super blue blood moon malam ini pastinya berdampak terhadap pasangnya air laut. Maka dari itu BMKG Tanjung Perak, Surabaya pun mengeluarkan imbauan kepada para nelayan untuk tidak melaut. Bahkan, pihak BMKG memperingatkan kemungkinan banjir di sejumlah wilayah yang berbatasan dengan laut.
“Akan ada genangan air laut daratan (rob) pada pukul 21.00-23.00 WIB. Wilayahnya Surabaya Utara, Surabaya Timur, Pesisir Selatan Jawa Timur dan sekitarnya serta Pesisir Selatan Selat Madura. Ketinggian pasang air lautya 120-140 cm. Mengakibatkan rob 20 cm di wilayah yang tergenang,” ujar Forcester On Duty BMKG Tanjung Perak, Ratna Cintya Dewi, kepada IDN Times Rabu (31/01).
3. Bisa mengakibatkan tambak jebol alias meluap

IDN Times/ Ardiansyah Fajar
Ratna juga meminta para warga yang tinggal di dekat lau untuk waspada. Sebab, banjir rob akan membuat kapasitas air di tambak naik. “Sehingga bisa saja tambak warga meluap lantas jebol yang akan mengakibatkan petani tambak merugi.”
“Dampaknya ya pasang air laut maksimum, untuk genangannya bisa sampai tanggal 1 Februari. Masyarakat terus diimbau untuk memantau cuaca dan gelombang dari BMKG,” pungkasnya.

Pos blog pertama

RAMMALAN JAYABAYA YANG TERBUKTI SAMPAI SEKARANG

1. Akan datang bangsa kulit kuning yang melepaskan Indonesia dari kekejaman kulit putih

Masa penjajahan Belanda di Indonesia diketahui mencapai usia 350 tahun. Hal itu tentu sangat membekas bagi bangsa Indonesia. Setelah 350 tahun, datanglah bangsa Jepang yang merebut penjajahan Belanda atas Indonesia. Hal itu ternyata sudah pernah diprediksikan oleh Jayabaya. Ia mengatakan bahwa akan ada masanya datang kulit kuning yang melepaskan Indonesia dari kekejaman kulit putih. Kulit kuning yang dimaksud adalah orang Jepang, sedangkan kulit putih yang dimaksud adalah orang Belanda. Beneran kejadian kan?

2. Korupsi semakin merajalela

Korupsi memang seolah-olah menjadi budaya yang sudah menjadi praktik berabad-abad. Sebagai buktinya, korupsi ternyata memang sudah ada sejak zaman kerajaan kuno. Kebayang dong udah berapa lama pelanggaran hukum tersebut dilakukan. Sebelumnya, Jayabaya sudah pernah meramalkan hal ini akan terjadi. “Akeh janji ora ditetepi, akeh wong nglanggar sumpahe dewe. Akeh menungso mung ngutamakke duwit, lalu kemenungsan, lali kebecikan, lali sanak lali kadang”.

Begitukah bunyi ramalan Jayabaya yang kira-kira artinya banyak orang yang melanggar janji dan sumpahnya sendiri. Orang selalu menempatkan uang sebagai prioritas yang membuatnya lupa akan kebaikan dan kemanusiaan.

3. Banyak orang mau kaya secara instan

Sudah gak heran terjadi di Indonesia banyak orang yang mau memiliki harta berlimpah namun malas bekerja. Mau kaya dalam sekejap mata. Akhirnya menghalalkan segala cara demi gengsi semata. Makanya banyak praktik pesugihan di Indonesia, bukan hanya di daerah Jawa. Pesugihan merupakan kegiatan menyembah setan demi kekayaan dengan aneka tumbal sebagai penebusnya. Tentu saja ini termasuk ilmu hitam. Otomatis diharamkan.

Dulu kala Jayabaya pernah berucap “Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin. Luwih utama ngapusi. Wegah nyambut gawe kepengen kepenak, ngumbar nafsu angkara murka, nggedekake duraka”. Ramalan tersebut berisi tentang akan ada masanya banyak orang yang bekerja namun merasa malu, akhirnya memilih menipu. Akan ada juga orang yang mau kaya tapi malas bekerja. Akhirnya mereka menghalalkan segala cara satunya dengan metode pesugihan.

4. Peradaban akan berubah

Jayabaya memang sudah berpulang berabad-abad yang lalu. Dia tidak akan pernah merasakan peradaban modern yang sekarang ini kita rasakan. Namun setidaknya peradaban seperti sekarang sudah pernah diramalkan olehnya. “Mbesuk yen ana kreta mlak tanpa jara, tanah jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing duwur awang-awang, kali ilang kedunge, pasar ilang kumandange”.

Hal tersebut benar-benar terjadi. Akan ada masa ketika ada kereta berjalan tanpa adanya kuda (mobil), tanah Jawa dikalungi besi (rel kereta api), ada perahu yang berjalan di angkasa (pesawat terbang), sungai hilang sumbernya (kekeringan), dan hilang kumandang pasar (berganti dengan pasar-pasar modern atau online).

5. Maraknya seks bebas

Yaah di zaman sekarang, semua sudah serba kebalikan dengan zaman sebelumnya. Apa yang awalnya menjadi tabu, sekarang sudah menjadi hal yang harap dimaklumi. Alih-alih anggapan perkembangan zaman, semua hal yang menyangkut pelanggaran norma sering ditimpali dengan ungkapan “maklumin aja”.

Hal ini juga berlaku dengan perilaku seks bebas yang sudah “dimaklumi” oleh orang-orang sekarang. Zaman dulu kalau pegangan tangan aja takut hamil, sekarang seks bebas malah gak takut hamil. Padahal dulu Jayabaya sudah meramalkan hal ini lho. “Wong wadon ilang kawirangane, wong lanang ilang prawirane”. Perempuan-perempuan kehilangan rasa malunya dan para lelaki yang juga hilang kehormatannya. Yah, kalau dikaitkan dengan zaman sekarang rasanya ramalan Jayabaya tersebut memang menyangkut perilaku seks bebas.

6. Pendidikan dikomersialisasi

Akses pendidikan yang “belum gratis” bagi siapapun memang masih menjadi sebuah permasalahan besar bagi bangsa ini. Pasalnya, pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara tanpa terkec